Sabtu, 06 Oktober 2012

Kegigihan Nelayan Muncar Menangkap Ikan



Kegigihan Nelayan Muncar Menangkap Ikan

Reporter: Joko Sulistiyono
Juru Kamera: Joni Suryadi
Lokasi: Banyuwangi, Jawa Timur
On Air: 13-6-2007
indosiar.com, Banyuwangi - Ini adalah pelabuhan ikan Muncar, di Banyuwangi, Jawa Timur. Muncar merupakan pelabuhan ikan terbesar kedua setelah Bagan Siapi-api di Sumatera Utara. Nelayan Muncar menghias perahu mereka dengan aneka warna yang mencolok, beserta berbagai ornamen lainnya yang menarik.
Sebagian besar nelayan disini memulai perburuan menangkan ikan pada tengah hari dan pulang pada keesokan harinya, sehingga ikan yang didapat masih segar. Sekelompok nelayan ini tengah memperbaiki jaring, sebagai persiapan untuk melaut.
Mereka merupakan awak kapal penangkap ikan yang menggunakan jaring cincin. Jaring cincin merupakan alat penangkap ikan yang besar. Pengoperasiannya membutuhkan awak kapal yang banyak. Peralatan jaring cincin nelayan Banyuwangi terdiri dari dua kapal besar yang bergandengan, dan perangkat jaring yang panjangnya 300 sampai 500 meter, dengan lebar 10 meter.
Jumlah awak yang mengoperasikannya 50 orang. Pukul satu siang, saat ombak tidak terlalu besar dan cuaca cerah, merupakan saat yang paling tepat untuk memulai perburuan ikan.
Beginilah suasana saat perburuan dimulai. Sang nakhoda bernama Sabar, memimpin seluruh awak kapal menuju ke Selat Bali untuk mencari kawanan ikan tongkol. Mesin kapal dihidupkan. Kapal melaju dengan kecepatan sedang meninggalkan pelabuhan Muncar.
Satu kapal di depan berfungsi sebagai pemburu kawanan ikan. Di kapal ini dipasang delapan mesin tempel. Di kapal depan juga ditempatkan jaring dan awak kapal yang bertugas menarik jaring, jumlahnya lebih dari 40 orang.
Delapan mesin digunakan agar kapal dapat berpacu kencang melebihi kecepatan kawanan ikan. Sehingga kawanan ikan permukaan yang hidup bergerombol seperti tongkol, lemuru maupun ikan layang tidak mampu menghindar dari jaring cincin.
Sementara kapal yang berada di belakang berfungsi sebagai penampung ikan hasil tangkapan.Jaring cincin digunakan karena kecepatan dan ketepatannya menangkap gerombolan kawanan ikan.
Sabar, sang nakhoda naik ke ujung tiang tinggi untuk mencari kawanan ikan. Matanya harus selalu awas mengamati gerombolan ikan. Bagi orang awam akan sulit melihat gerombolan ikan di tengah laut lepas, namun tidak bagi sabar, sang nakhoda.
Benar saja. Setelah berlayar lebih dari 4 jam, saat kapal tengah berada di perairan laut Bali, tiba-tiba kapal yang berada di depan melesat kencang, mengejar gerombolan kawanan ikan tongkol.
Tawur. Inilah sebutan nelayan Muncar saat jaring digelar. Seluruh awak kapal sibuk menggiring kawanan ikan, agar masuk ke dalam lingkaran jaring cincin yang digelar. Bahkan di antara awak kapal ada yang terjun ke laut.
Setelah jaring tertebar penuh, kapal akan berputar membentuk cincin. Awak kapal yang berjumlah 45 orang mulai menarik jaring bersama-sama. Waktu yang diperlukan menarik jaring ini cukup lama, bisa mencapai 3 hingga 4 jam.
Untuk menambah semangat, para awak kapal menyanyi bersama-sama. Meskipyun syair lagunya tidak jelas. Kini saatnya kedua kapal saling merapat, dan kawanan ikan terkurung pada ruang sempit, sehingga terkumpul seperti ini.
Sensasinya benar-benar luar biasa saat kawanan ikan tongkol terkumpul dan dimasukkan ke tempat penampungan di lambung kapal. Sekitar 5 kwintal kawanan ikan tongkol tertangkap jaring pada tebaran jaring yang pertama. Ini termasuk tangkapan sedang, karena biasanya satu kali tebar dapat menjaring ikan lebih dari satu ton.
Perburuan dilanjutkan kembali. Dalam keadaan normal, tanpa terjangan ombak yang besar, nelayan sanggup menebar jaring sampai empat kali, dengan rata-rata hasil tangkapan 5 sampai 6 ton. Namun terkadang, hasil tangkapan bisa mencapai 10 ton dalam semalam.
Kapal selanjutnya kembali ke pelabuhan Muncar. Ikan hasil tangkapan disetorkan ke industri sarden, yang banyak terdapat di sekitar pelabuhan. (Helmi Azahari/Sup)

Mic Wireless FM si Penyadap Canggih


Diposkan oleh Dri on Jumat, 29 April 2011
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgtWSTFwH7wXqE2C1odprTOgQtjnFoEPIu9jAnqjWWsFqiXqQNZwgCqpgbMFBb1xU_MLV90UPZ5ToDR-J3KQRP7r9q0wdYOa-viaz8BwbPc66mmBosR4qhReUsRGZf6GMCO9j0HJCY3b25e/s200/Mic+Wireless0.png
Dalam mengawali karya pertama saya yaitu Mic Wireless FM si penyadap canggih Karya ini sudah 17 tahun yang silam ketika itu statusnya masih pelajar tepatnnya tahun 1994. Rangkaian ini diperoleh dari majalah MOP kala itu. Berulang-ulang dirangkai namun belum berhasil, baru yang keempat kalinya berhasil. Asyik kala itu bisa menyadap pembicaraan tetangga, caranya diselipkan di celah dinding rumah tetangga yang akan disadap tadi, kemudian dengarkan lewat radio penerima FM di rumah kita sendiri.  Wireless FM inipun bisa digunakan untuk berkomunikasi, akhirnyapun satu kampung rame ngerumpi lewat
radio dengan radius 500 m msih bisa. dengan kepekaan mic yang luar biasa, sehingga tidak salah kalau disebut Wireless FM si Pengadap Canggih sesuai judul artikel di majalah MOP.
        Rangkaiannya sederhana terdiri hanya dua buah transistor. Transistor pertama 2SC289 sebagai osilator sekaligus juga sebagai penguat mic, transistor kedua 2SC1675 sebagai penguat osilator atau buffer, wireless ini cukup diberi catu batere 1,5 volt sampai 3 volt, selengkapnya skema rangkaian seperti gambar berikut di bawah ini..
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg7E252_EPkgPg8sWUMdEPEOTkpqmN9_BRu7weoGg8nICbifPe438IatW5PWqS_kdIZbA8HdjYXMMZVwZIT-1L9b2-pWH8YnY2im3YkwIjGp4MzaikIFqjSWO6CzaVoDyXtB-BDCOePPsdU/s320/Mic+Wireless+FM.jpg
                                                Gambar skema rangkaian Mic Wireless FM
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjNJxWWEsCd3_LtqqcHwhJSftOscz1RLCBdzPX4EJ49bPk1veNpplJ8SrJx73Bb1s6XQlC8XsJ3gDRGTy25mxxsHJ3ayV7u9n-5rMgZyGmHUCcLxoVTn9cSiVk-zCmgzbkoVTlbqOnm4Cfj/s320/Mic+Wireless.png

Daftar Komponen
R1 = 1k
R2 = 47k
R3 = 150
R4 = 33k
R5 = 180
C1 = 222
C2 = 1uF
C3 = 102
C4 = 10p
C5 = 10p
C6 = 222
C7 = 103
Q1 = 2SC829
Q2 = 2SC1675
MC = Mic Kondensor
Koker 5mm
      L1 Primer 6 lilit
           Sekunder 2 lilit

Ni dh ada layout:

Wiriless Mci ini sudah dikembangkan disainnya sehingga lebih top markotop, klil saja disini

Mengenal "BIOS Beep Error Code"




Bagi memudahkan kita mengenalpasti kerosakan komputer, setiap motherboard telah direka supaya mempunyai "Beep Code" tertentu. Namun, ianya berbeza berdasarkan jenis ralat (error) yang berlaku dan jenis BIOS yang digunakan.

Sebagai contoh, XLAWS keluarkan RAM dari motherboard. Motherboard tersebut menggunakna Award BIOS. Kemudian XLAWS hiduplan komputer. Maka satu jenis bunyi beep terhasil, iaitu "beeeeppppppppp..." (bunyi beep yang panjang). Ini adalah contoh beep signal dari BIOS yang memberitahu bahawa komputer mempunyai masalah RAM. Maka kita perlu memeriksa samada RAM tersebut:
  • Rosak.
  • Tidak dipasang dengan betul atau longgar.
  • Belum dipasang.
Contoh Beep Signal
Award BIOS

Beep Panjang
-RAM Error

1 Beep Panjang, 2 Beep Pendek
-Graphic Card Error

1 Beep Panjangm 3 Beep Pendek
-Keyboard Error
-Graphic Card Error

Beep Berpanjangan (Repeating Endless Loop)
-RAM not detected
-Graphic Card not detected

Phoenix BIOS

1 Beep,  1 Beep, 4 Beep
-Motherboard malfunction

1 Beep, 2 Beep, 1 Beep
-Motherboard rosak

1 Beep, 3 Beep, 1 Beep
-RAM Error

3 Beep, 1 Beep, 1 Beep
-Motherboard defective

3 Beep, 3 Beep, 4 Beep
-Graphic Card Error

AMI BIOS

1 Beep
-RAM Error

6 Beep
-A20 Error (Keyboard)

8 Beep
-Graphic Card Error

11 Beep
-Checksum Error (CMOS Battery)
 
 
 
http://xlawsknowledges.blogspot.com